Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 23 November 2012

Cinta

Jangan sampai perasaan kita melebihi cinta kita padaNya...
Aku tak ingin, Dia cemburu, marah, karena kita lalai padaNya...

Karena Dia yg memberi perasaan ini,
dan atas izinNya perasaan ini tumbuh dan terjaga...
dan atas hakNya juga, perasaan ini diambil kembali...

Makna hidup




hidup bagai  berjalan dari satu ujung ke ujung yang lain, tak pernah bisa kembali ke belakang dan tak pernah tau apa yang ada di depan jalan, masa lalu sama artinya dengan penyesalan, penyesalan karna tidak memanfaatkan waktu sebaik mungkin, penyesalan akan kesalahan yang diperbuat, sedangkan masa sekarang hanya sesaat apa yang kita jalani dan masa depan penuh dengan ketidak pastian. Seperti itulah hidup melewati pelbagai kejadian, setiap kejadian yang di temui selalu dimaknai oleh tiap2 individu mungkin dengan makna yang baik tau makna yang buruk.

lantas apa makna dari perjalanan ini, sungguh pun ketika bertemu banyak hal atau bahkan memilki hal2 tersebut tapi tanpa ada sebuah pemaknaan semua orang sepakat itu akan terasa sia sia dan hampa, pertanyaannya sebelum pertanyaan tentang apa makna hidupnya adalah apakah semua orang menyadari bahwa keberadaan mereka memiliki sebuah alasan atau mungkin yang lebih sederhana apakah mereka pernah mempertanyakan makna itu, karena sebelum mencari apa makna hidup itu seseorang tentunya harus sadar bahwa mereka memilki makan hidup walaupun seperti kata filsuf satre “eksistensi mendahului esensi”
artinya esensi dari keberadaaan hidup ini kita temukan di dalam perjalanan hidup, apakah kita mencari nilai esensi dari keberadaan kita adalah dalam perjalanan hidup itu sendiri.
serasa pertanyaan ini selalu menghantui setiap tindakan yang kita lakukan, nilai-nilai yang diadaptasi dari berbagai pengalaman yang telah di lalui, akan menentukan anggapan kita nantinya.

setiap orang memilki belief and desires masing-masing yang mereka bentuk dari setiap dimensi pengalaman mereka, belif and desires ini adalah standar yang dibangun oleh seseorang untuk mengevaluasi dirinya dan orang lain termasuk juga menetapkan apa yang penting dan apa yang tidak.

jika dikaji dari sudut pandang islam eksistensi kita digambarkan berupa penghambaan dan peribadatan akan Allah azza wa jalla, “dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali utnuk menyembahku”. 

Selasa, 20 November 2012

ALIRAN-ALIRAN PSIKOLOGI

1.      BEHAVIORISTIK
2.      PSIKOANALISA
3.      HUMANISTIK
4.      TRANSPERSONAL
5.      ISLAMI

BEHAVIORISTIK
Suatu pandangan teoritis yang beranggapan bahwa pokok persoalan psikologi adalah apa yang bersifat positivistik dan empiristik dalam diri manusia, yaitu tingkah laku, tanpa mengaitkannya dengan konsepsi kesadaran/mentalitas.Aliran ini muncul akibat ketidakpuasan terhadap aliran strukturalisme (mengutamakan kajian ttg elemen-elemen dasar kesadaran manusia-indera) & Fungsionalisme (menekankan pd cara kerja mental).
Aliran ini sudah lama ada, sebagai sutu aliran formal diawali oleh JB. Watson dalam karyanya “Psychological Review” pada tahun 1913, yang menjelaskan bahwa psikologi adalah suatu cabang ilmu alam yang eksperimental dan objektif bertujuan untuk meramalkan dan mengontrol tingkah laku.
Pemikiran Watson dipengaruhi oleh karya Pavlov.Dasar psikologi aliran ini diawali dari karya psikolog (seperti BF Skinner, “operant conditioning) dan fisiolog (seperti Pavlov, “classical conditioning”),
ü Classical conditioning (Ivan Patrovic Pavlov)
Melakukan eksperimen mengenai reflek2 sederhana pd binatang ex:reflek pengeluaran air liur pd anjing.
Uncondition stimulus :
pavlov menaruh daging dimulut anjing air liur keluar (uncondition respon)/respon yang tidak dipelajari
Condition stimulus : Dibunyikan bel anjing tidak mengeluarkan air liur.
n  Sesaat kemudian daging diberikan. Bunyi bel disebut condition stimulus
n  Setelah 12x trial anjing mengeluarkan air liur padahal mkanan belum datang. Air liur yg terjadi hanya karena ada suara bel disebut condition response
n  Condition response ialah hasil belajar dair anjing dalam percobaan. Anjing telah menghubungkan antara bunyi bel dgn dtg nya makanan.
n  Reinforcement : Datangnya makanan diangap memperkuat hubungan antara condition stimulus (bel) dgn respon(air liur). Oleh krn itu pemberian makanan disebut penguatan /reinforcement dan makanannya disebut penguat /reinforcement
n  Delay conditioning: Bila bel berbunyi terus sampai makanan datang
n  Trace conditioning : Bila bel berbunyi setelah beberapa saat baru makanan muncul
n  Stimultanious conditioning : bel dibunyikan bersamaan dgn makanan
n  Extinction : Penghapusan terjadi apabila penguatan dihentikan !! Bunyi bel tdk disertai dtgnya makanan.
n  Spontanious recovery : Setah beberapa hari anjing mengalami extinction ia mengeluarkan air liur lagi pd saat bunyi bel. Oleh krn itu satu extinction sj tdk cukup utk menghilangkan condition response.
n  Diskriminasi : Jika dilatih anjing dpt membedakan nada yg lebih tinggi / rendah jika salah satu nada diikuti dgn pemberian makanan.
ü Operan  Conditioning (BF Skinner & E. Thorndike)
Operan conditioning beranggapan bahwa organisme mampu melakukan tindakan-tindakan / inisiatif sendiri dalam lingkungannya. Tidak seperti Classical conditioning dimana organisme menjadi objek yg pasif.Operan /tindakan organisme akan menimbulkan berbagai akibat/konsekuensi2 positif maupun negatif.
Operan conditioning beranggapan bahwa perilaku organisme ditentukan oleh akibat2 yg ditimbulkananya.Konsekuensi2 itulah yg dikendalikan untk menimbulkan perilaku yg diinginkan.
Ex : anjing hanya akan diberikan makanan hanya jika berjabat tangan.Penguatan hanya diberikan pd perilaku yg sesuai dgn tujuan eksperimen (instrumental conditioning) .
ü Operan vs responden
Perilaku responden secara langsung dikendalikan oleh suatu stimulus(Classical conditioning), yaitu keluarnya air liur. Perilaku operan terjadi karena kehendak individu itu sendiri. stimulus tertentu yg diberikan tdk memaksakan individu berprilaku seperti itu.  
Discriminatif stimulus : Dering tlp memberitahu kita ad yg mau bicara ttp tdk memaksa kita untuk menjwb.
Untuk menunjukkan proses operant konditioning, Skinner melakukan eksperimen dgn tikus yg dimasukkan kedalam kotak (Skinner box)
Operant level : waktu pertama kali tikus dimasukkan ke dlm box jmlh selang & waktu menekan penjukit (precondition operant level). Stelah operant levelya diketahui experimenter menaruh makanna ditombol pengungkit.
Reinsforcement schedule : Penguatan diberikan ada 2 kategori : (1) Pemberian penguatan berdasarkan jml respon(ratio) & berdsrkan selang waktu. (2)Penguatan secra teratur/tdk teratur
Thorndike
n  Law of exercise : Latihan membuat perilaku yg dipelajari makin baik
n  Law of readiness : tingkat kesiapan seseorang untk mempelajari sesuatu akan mempengaruhi hasil belajar
Mengenali penguat : tdk semua rangsang bisa jd penguat . Suatu rangsang bisa jd penguat bila : memuaskan kebutuhan biologis organisme,mengaktifkan otak tertentu dr organisme yg dpt dirangsang olh stimulus disajikan.Dianggap mempunyai peringkat tertinggi dlm skala prioritas kebutuhan organisme tersebut
Penguat negative : sama dgn penguat positif berfungsi untuk meningkatkan frekuensi perilaku yg dikehendaka ex : takut gagal jd belajar
Peran hadiah & hukuman: berfungsi sama,meskipun demikian dlm kondisi2 ttt: yaitu: Rangsangan harus seoptimal mungkin.Hadiah & hukuman harus diberikan segera setelah perilaku yg diinginkan terjadi
Sasaran behaviourisme ialah mampu mengenalkan reaksi dari satu pengenalan terhadap perangsang dan mengenali reaksi agar dapat meramalkan kondisi perangsang yang mendahului
Ø  Metode yang digunakan (Watson)
n  Observasi dengan atau tanpa kontrol instrumental (Tingkah laku)
n  refleks bersyarat atau terkondisi yang dikembangkan Pavlov
n  Laporan verbal atau lisan untuk mengenai minat khusus
n  Testing yang berulang-ulang
n  Metode Watson ini lebih ditujukan terhadap hewan dan anak-anak
n  Metode pengkondisian merupakan salah satu teknik terpenting bagi seorang behaviouris




Behaviorisme
Pendirinya adalah J.B. Watson (1878-1958), Psikolog Hewan Amerika.Menurut Watson, fakta tentang kesadaran tidak dapat dites dan direproduksi oleh pengamat meskipun ia terlatih. Belajar adalah hal yang terpenting untuk dipelajari
n  Terapi behavioris :
          Gangguan atau kekacauan tingkah laku disebabkan oleh cara salah suai atau maladaptif yang dipelajari
          Perbaikan tingkah laku dapat dilakukan dengan cara belajar ulang (relearning)
          Apabila klien mengeluh atau neurosis, terapis tidak melakukan katarsis sejarah pengalamannya, tetapi diawali dengan program pengkondisian ulang untuk mengurangi/ menghilangkan neurosis tersebut
          Membandingkan situasi penyebab kecemasan dengan relaksasi secara jasmaniah
          Desensitisasi atau pengurangan kepekaan emosional, Mis. phobia ketinggian secara pelan-pelan diajak ke ketinggian
          Afersif atau penolakan. Mis. orang alkoholik diberi obat sehingga menimbulkan rasa mual
          Teknik operant. Tanda penghargaan menggunakan penguatan sekunder untuk membentuk tingkah laku. Mis. Memberi hadiah untuk merangsang tingkah laku yang diinginkan.
Aliran neobehaviouris memperluas pandangannya dengan memasukkan aspek-aspek yang tidak dapat diamati secara langsung (mimpi, cinta, harapan, dan lain-lain. Tokoh aliran ini ialah Albert Bandura (1986) dengan teori kognitif sosial.
Belajar lebih dari sekedar perubahan tingkah laku yang dapat diamati karena belajar adalah pencapaian pengetahuan dan tingkah laku yang dapat diamati dengan didasari oleh pengetahuan tersebut.
PSIKOANALISA
Tokohnya Sigmund Freud (1856-1939) Neurolog Wina
Satu sistem ilmu yg mempelajari ttg psikis yg diarahkan pd pemahaman,penyembuhan & pencegahan penyakit mental.Freud menyebutnya dg “Sistem dinamis dari psikologi” mencari akar tingkahlaku manusia dlm motivasi & konflik yg tdk disadari.Lebih menekankan pd masalah seksual/libido (Oedipus Complex, Electra Complex).Konsep ttg manusia à manusia pada dasarnya jahat, ingin menang sendiri, berusaha u/ memuaskan diri sendiri
Jiwa & Kepribadian mengikuti skema tiga pihak :
             
                                                  JIWA                                                    KEPRIBADIAN
1. Ketidaksadaran.                                           1. Id
                                        2. Ambang sadar                               2. Ego
                          3. Kesadaran                                                      3. Super Ego
Teori Freudian mengemukakan bhw jiwa merupakan bidang tempur 3 jalan yaitu Id, Ego & Super ego
Id à aspek hewani yg asli dari individu dibawa dari lahir & tdk berhubungan dg dunia luar, hanya berkaitan dg tubuh; dikuasai  prinsip kesenangan & berusaha menguasai ego agar mewujudkan segala keinginan tanpa memperhatikan akibat yg timbul.
Egoà eksekutor kepribadian yg berkewajiban memuaskan impuls Id (perbuatan Id), mengatasi keadaan darurat sosial & fisik dari dunia luar serta berusaha memenuhi norma perfeksionistis Super Ego.
Super ego à kesadaran aspek ideal (conscienci- hati nurani-suara hati) dari “aku” , berusaha merintangi impuls Id yg tdk sesuai dg norma, mendorong ego mengantikan tujuan realitis ke moralitis & mengajar kesempurnaan
Defensive machanism à u/mempertahankan diri 
DEFENSIVE MECHANISM
  1. REPRESI àUpaya meredakan kecemasan dg jalan menekan dorongan/keinginan yg menyebabkan kecemasan kealam taksadar.
  2. Sublimasi à bertujuan u/ mencegah/meredakan kecemasan dg cara mengubah & nenyesuaikan dorongan Id ke dlm tingkahlaku yg diterima o/ masyarakat.
  3. Proyeksi à pengalihan dorongan, sikap & tingkahlaku yg menimbulkan kecemasan kpd orang lain.
  4. Displacement à pengungkapan dorongan yg menimbulkan kecemasan kpd objek/ individu yg kurang berbahaya /kurang mengancam dibandingkan objek semula.
  5. Rasionalisasi à Memutarbalikan kenyataan dg alasan yg seakan-akan masuk akal.
  6. Reaksi formasi à Mengendalikan dorongan-dorongan Id agar tdk muncul sambil secara sadar mengungkapkan tingkahlaku sebaliknya.
  7. Regresi à menghindar dari kenyataan yg mengancam dg cara kembali pada taraf perkembangan yg lebih rendah.
  8. Neorosa terjadi apabila ego tdk mampu mengatasi/melawan Id atau lingkungan.
Terapi Psikoanalisaà berusaha mengatasi tekanan-tekanan/represi dg cara pembebasan energi melalui Asosiasi Bebas dan analisa Mimpi  guna menjangkau impuls (perbuatan yg diatur oleh Id/naluri lainnya) yg tdk disadari.
Teori klinis Freud merupakan suatu teori ttg pribadi yg bersifat personal dan humanistik


Teori klinis Freud merupakan teori ttg:
   - pribadi bukan ttg organisme
   - bersifat personal dan humanistik
   - menemukan alasan dan bukan sebab
   - pemahaman dan interpretasi pengala-
     man & tingkahlaku individu berdasar-
     kan tujuan, intensi, arah & maksudnya.
Metode/pendekatan teori Psikoanalisa:
   - Observasi
   - Induktif
   - Analisis diri/pribadi


NEOFREUDIAN
n  Lebih banyak memberikan penekanan pada “jaminan rasa aman,relasi-relasi interpersonal pd perkembangan kepribadian & penyebab neorosa”.
Tokoh: Koren Horney, Clara Thompson, Harry Stack Sullivan, Alfred Adler, Erich Fromm, Erik H.Erikson
n  Psikoanalisa:menekankan bahwa tingkah laku dikendalikan oleh kekuatan2 tdk sadar & irasional
n  Behaviorisme:mencirikan manusia sbg korban yg fleksibe,pasif dan penurut terhadap stimulus lingkungan
n  Humanistik: manusia adl manhluk yg bebas bermartabat selalu bergerank kearah pengungkapan potensi yg dimilikinya apbila lingkan memugkinkan
PSIKOLOGI HUMANISTIK
n  Tokohnya a.l:
1. Pelopor à -William James (1842-1910)
                    -G.Stanley Hall (1844-1924)
2. Tokoh teori kepribadiannya (1930 an):
                    -Gordon Allport
                    -Henry Murray
3. Kemudian disusul oleh :
    -Carl Rogers à pelopor terapi Client centred àNondirective
    -Abraham Maslow à memberinama mazhab ke 3 u/ ψ Hu
     nistik & memberikan rumusan awal teori motivasi (1943)
ü Inti sejarah
Berakar pd satu aliran filsafat modern (eksistensialisme):mnrt eksistensialisme manusia itu :yg mengada dlm dunia,menyadari penuh akan kebeeradaanya. Setiap individu berhak memilih tindakan,menentukansendiri nasib /wujud dr keberadaanya (aku adl pilihanku).Manusia memiliki kebeasan &bertanggung jwb pd Tindakkanya
Konsep becoming : manusia tdk pernah diam, ttp selalu menjadi sesuatu yg lain dr sebelumnya.(manusia berubah apbila lingkungan memungkinkan)
Penekanan ttg perasaan subyektif (perspektif fenomenologis) pengalamn2 personal dlm mempelajari tingkah laku
Dasar Psikologi Humanistik
n  Individu sebagai keseluruhan yg integral:Individu harus dipelajari scrvkeseluruhan (prinsip holistik)
n  Ketidak relevanan penyelidikan dgn hewan:Penyelidikan tdk relevan krn mengabaikan ciri-ciri khas manusia..
n  Pembawaan baik manusia: Pd dsr nya manusia baik/ netral. Yg merusak manusia adl lingkungn yg buruk..
n  Potensi Kreatif Manusia:Merupakan potensi umum.mnrt maslow kreatifitas adl kekuatan yg mengarahkan manusia kpd pengekspresian dirinya & hambatanya adl lingkungan
n  Pnekanan pd kesehatan psikologis:kita tdk akan memahami ganguan mental sebelum memahami kesehatan mental(cara & tujuan yg sehat) dgn self fulfilmen t)
Kebutuhan Bertingkat

HUKUMNYA : kebutuhan yg ada pd tingkat dsr pemuasanya lebih mendesak dr pd kebutuhan yg ada diatasnya.Smakin individu mencapai kebthan yg tinggi, semakin mampu mencapai individualitas,matang & berjiwa sehat.
  1. Kebutuhan fisiologis : mrpkn kebuthan yg plg dsr n mendesak ex makan,minum jika blm terpuaskan, Maka tdk akan naik ke kebutuhan berikutnya.
  2. Kebutuhan rasa aman:bth ketentraman,kepastian,keteraturan dr lingkungan.ex:agama,gaji tetap , asuransi
  3. 3.Kebthan cinta & rasa memiliki:Mengadakan hubungan yg efektif & ikatan emosional dgn individu lain.kalau tdk merasa hampa
  4. 4. Kebutuhan harga diri:ad 2 yi: penghormatan atas diri sendiri(rasa percaya diri, kekuatan,kemandirian) & penghormatan dr orang lain(butuh penghargaan dr apa2 yg dilakukanya)
  5. 5.Aktualisasi diri:Menyempurnakan diri dgn mengoptimalkan potensi yg ada. mrupakan kebutuhan yg plg tinggi dan muncul apabila semua kebutuhan dibawahnya sdh terpuaskan dgn baaik.
HAMBATAN :
1.berasal dr dlm diri : ketidak tahuan, keraguan, rasa takut
2.Dari luar/masyarakat:ex stereotyp. Jd aktualisasi hanya bisa dilakukan jika lingkungan menunjang
3.Kebutuhan yg kuat akan rasa aman:takut mengambil resiko, melepaskan kebiasan lama yg tdk konstruktif.



Ψ Humanistik :
n  Suatu pendekatan yg multifaset thdp pengalaman & tingkah laku manusia; memusatkan perhatian pd keunikan  & aktualisasi diri manusia.
n  Aliran ini merupakan gerakan yg mewarisi unsur mentalistik, fenomenologis & eksistensial yg diabaikan & ditolak oleh Behaviorisme & Psikoanalisa.
n  Secara formal aliran ini dimulai di Amerika & Eropah pd Th 1950 akibat ketidak puasan terutama pd gambaran manusia yg dibentuk oleh ψ modern yg mengambarkan manusia secara parsial, tdk lengkap & mendehumanisasikan manusia.
n  Menurut alioran ini kajian ttg sifat & keberadaan manusia adalah yg utama dlm psikologi
ü Ciri ψ Humanistik :
  1. Memusatkan perhatian pd individu yg mengalami/ berfokus pd pengalaman sbg fenomena primer dlm mempelajadi manusia.
  2. Menekankan pd kualitaskualitas yg khas manusia seperti memilih, kreativitas, menilai & realisasi diri.
  3. Menyadarkan diri pd kebermaknaan dlm memilih masalah-masalah yg akan dipelajari & prosedur penilaian yg akan digunakan serta menghindari penekanan yg berlebihan pd objektivitas yg mengorbankan signifikansi.
  4. Memberikan perhatian penuh & meletakan nilai yg tinggi pd kemulian & martabat manusia serta memfokuskan pd perkembangan potensi inheren individu.
Metode kajian ψ Humanistik :
  1. Wawancara
  2. Sejarah hidup
  3. Sastra
  4. Produk-produk kreatif


PRINSIP DASAR ψ HUMANISTIK :
  “Setiap orang menentukan perilaku mereka sendiri & bebas memilih kualitas hidupnya tanpa terikat dg lingkungan berdasarkan dorongan & motivasi yg terdapat di dlm dirinya”.
n  Hidup adalah sebuah proses membuka diri kita pd dunia sekitar & menikmati kehidupan ini dg sebab.
n  Sehat atau tidaknya mental seseorang dilihat dari ketidakmampuannya menyesuaikan diri. Ketidak mampuan itu disebabkan krn:
     - potensi hidupnya yg sempit sehingga harapan
       nya berbeda dg apa yg dialaminya.
     - ketidak mampuannya menerima orang lain.
     - ketidakmampuannya mengatur keadaan.
U/ terapi kondisi ini klien diminta berbicara dlm suasana yg bebas, sampai ia memahami dirinya. Terapis berperan seminimal mungkin (nondirectif)
Pandangan Tokoh ψ Humanistik
n  Arthur Combsà”bila ingin memahami perilaku orang harus memahami dunia persepsi orang tsb”.
n  Carl Rogersàdikenal dg terapi yg berpusat pd client yg bersifat non directive. Ia mengatakan bhw setiap orang membutuhkan keamanan & kenyamanan serta kebebasan psikologi dlm menjalani kehidupan masing-masing.
n  Maslow à dlm diri manusia tdpt 2 kekuatan: (a). Dorongan positif u/ tumbuh & berkembang. (b). Kekuatan-kekuatan yg melawan / menghalangi pertumbuhan itu. Dua hal tsb mengarahkan kebebasan manusia u/ berkembang menuju aktualisasi diri yaitu mengembangkan bakat & kapasitas pribadi (self realization). Dlm proses ini individu bukan sbg objek malainkan subjek.
Aktualisasi diri terlihat pada :
  1. Spontanitas hidup
  2. Memusatkan minat pd permasalah an sekitar
  3. Memiliki kecenderungan thdp misti- sisme & spiritualitas
  4. Non konformitas (tdk membolehkan dikuasai oleh pendapat orang lain)
  5. Kreativitas dlm hidup
Kelima hal tsb dimiliki individu u/ mencapai pengalaman puncak (peak experiences)

PSIKOLOGI TRANSPERSONAL
n  Aliran yg mencoba menghubungkan psikologi & pengalaman spiritual.
n  Ψ Transpersonal kusus berbicara mengenai nilai-nilai dasar kesadaran yg mempersatukan pengalaman-pengaqlaman puncak, ekstase, pengalaman mistik, parasaan terpesona, aktualisasi diri, hakikat kebahagian, keajaiban, arti dasr transedensi diri, roh, ketunggalan kosmik, konsep-konsep, pengalaman-pengalaman serta aktivitas yg berhubungan dg nya. (Antony Sutich,1969)
n  Minatnya meliputi pengalaman spiritual, situasi mistis dari kesadaran, kesadaran & praktek meditasi, situasi trans, ritual keberagamaan, kaitan pengalaman spiritual & kondisi gangguan (penyakit kejiwaan & tekanan)
n  Konsep utamanya adalah self-transce- dence (perasaan/ pengertian dari identitas yg lebih dalam, luas& lebih terkait dg keseluruhan.
n  Akar dari istilah transpersonal secara harfiah “diluar persona”, mengacu pd self transcendence.
n  Ψ Transpersonal, mazhab yg tengah bangkit dlm bidang ψ yg tertarik pd kapasitas-kapasitas & potensi dasar manusia yg tdk mendapat tempat dlm teori terdahulu.
n  Orientasi psikologisnya bersifat inklusif, bernilai & integratif yaitu:
   - ψ & spiritual
   - personal & transpersonal
   - kesehatan mental eksepsional & penderitaan
   - situasi yg tdk biasa & biasa berkaitan dg
     kesadaran
   - perspektif yg modern, ketimuran, post-modern
     dg pengertian yg mendalam & pandangan yg
     mendunia dari tradisi asli
   - analisis intelektual & jalan meditasi
Akar Ψ Transpersonal :
  1. William James (disebut sbg psikologi Amerika I) psikolog I yg mempelajari pengalaman spiritual sbg gejala religius. Dlm bukunya In The Variety of Religion menyatakan bhw pengalaman spiritual adalah akar dari semua agama dunia & mewakili suatu dorongan/ gerak hati yg sehat  alami. Ia menganali empat karakteristik umum dari pengalaman kebatinan.
  2. Freudian & pengikutnya à bagaimanapun tdk luput dari pengalaman spiritual sbgmana khayalan yg sama halnya dg status seperti dlm kandungan. Behavioris awal dg pergeseran fokus psikologi dari kesadaran ke prilaku, mengesampingan studi yg ilmiah dari pengalaman ini.
  3. Abraham Maslow, tokoh utama yg mendirikan ψ Humanistik, dipandang sbg orang yg memulai ψ Transpersonal sbg bidang kajian. Ia memberi julukan “ Fourth Force Psychology” dlm hubungannya dg 3 mazhab ψ ( Behaviorisme, Psikoanalisa & Humanistik). Ia menulis buku dg judul Religious Value and Peak Experience.
  4. Antony Sutich (ia adalah teman akrab dari Maslow) pendiri Journal of Transpersonal Psychology. Jurnal tsb menjadi media u/ para psikolog yg mempunyai minat yg sama dg Maslow
BEBERAPA KONSEP KUNCI
n  Peak Experiences
   suatu istilah Maslow yg menunjukan suatu bentuk dari “pencapaian pengalaman puncak” yg mempunyai beberapa karakteristik:
   a. Hal positif yg sangat mendalam /
       perasaan gembira yg sangat kuat.
   b. Suatu perasaan  yg mendalam ttg
       kedamaian
   c. Perasaan keselarasan dg alam semesta
   d. Suatu pengetahuan yg mendalam
   e. Suatu perasaan yg sangat khusus
n  Self Transcendence
   Situasi kesadaran dimana pemahaman mengenai diri di luar definisi yg biasa dan citra diri dari kepribadian individu. Self transcen dence mengacu pada pengalaman dari suatu koneksi utama, kesela
   rasan atau kesatuan dg orang & dunia  yg lain.
   “Diri” adalah kepribadian / ego-self, koleksi dari self-concepts, self-images dan peran yg dikembangkan melalui interaksi seseorang. Transpersonal menyatakan bhw ego-self tdk sama dg inti sari sifat seseorang yg benar dan self-transcendence membuka pengalaman dari sifat yg lebih dalam.

 
n  Optimal Mental Health
   Kesehatan mental pd umumnya dilihat sbg resolusi & permintaan lingkungan yg mengatasi konflik pribadi. Pandangan Transpersonal
   juga meliputi kesadaran penuh, pemahamandiri & pemenuhan diri. Kesehatan mental yg optimal juga meliputi pelayanan thdp orang lain.
n  Spritual Emergency
   Suatu pengalaman spiritual. Secara umum psikologi transpersonal memandang krisis psikologi sbg bagian dari suatu kebangkitan yg sehat dan itu tdk selalu merupakan tanda dari patologi. Hal ini merupakan suatu pandangan bhw orang pada hakekatnya sehat dan kesehatan dpt menjelma dlm cara-cara yg tampak patologis. Didalam prilaku & pemikiran yg paling patologis terdapat suatu yg sehat.
Penekanan Kajian ψ Humanistik
  1. Humanisasi ψ
  2. Spontanitas kendali internal
  3. Keunikan manusia
  4. Masalah-masalah eksistensial
Pokok Persoalan kajiannya: Pengalaman subjektif manusia & keunikan yg membedakan dari makhluk lain
n  Developmental Spectrum
   Suatu dugaan yg menyertakan banyak konsep ψ & filsafat ke dlm suatu kerangka transpersonal. Secara filosofis, model ini adalah suatu contoh dari filsafat Parennial. Pandangan ini menyatakan bhw ada tingkat kenyataan yg penting u/ menggerakan daya psikologis menuju daya spiritual yg lebih tinggi dan baru.
n  Meditasi
  Meditasi adalah suatu bentuk terapeutik kepribadian non medis yang menekankan pentingnya pertumbuhan dan kesadaran rohani




PSIKOLOGI TIMUR
n  Kebanyakan agama besar di asia BERINTIKAN Psikologi yg kurang diketahui oleh masa penganut
n  Metode yg digunakan tdk jauh berbeda salah satunya menggunakan FENOMENOLOGIS: semuanya berusaha mengambarkan kodrat pengalaman langsung sang pribadi
n  Diantaranya mengunakan tehnik meditasi yg semata2 meneliti arus kesadarannya sendiri, dgn memberi sejenis jendela netral atas aliran pengalamanya sendiri
n  Jalan untuk trasformasi ini selalu melalui perubahan yg menyeluruh dlm kepribadian seseorang, shg kualitas2 ideal ini dpt menjadi sifat2 yg tetap.
n  Akhirnya psikologi timur mengakui jln utama transformasi diri adalah MEDITASI
n  Buddhisme (pendiri buda gautama), wawasan psikologis telah dikembangkan menjadi sistem praktik.ex:Patanjali:aliran2 yoga hindu. Kalo dlm islam SUFI. Bertindak sbg psikologi terapan.
n  Buddhisme klasik : Abhidarma “ajaran pokok” wawasan asli dari budha gautama ttg kodrat manusia. Abidharma sbg suatu teori kepribadian. Banyak prinsip abidharma merupakan ajaran psikologi yg umum pd semua agama timur
n  Plotinus : Seseorang dapat berkembang ke arah kesempurnaan dgn memisahkan jiwanya yakni kesadaran yg mengamati melalui panca indranya, tetapi tdk termasuk panca indra itu sendiri-dari tubuhnya. Dgn berbuat demikiN SESEORANG MELAMPAUI KESADARAN TTG dirinya sendiri,waktu & tempat untk mengalami ketunggalan yyg tak terlukiskan dlm suatu keadaan ekstase
n  Meningkatnya frekuensi pengalaman diluar kesadaran,yg tdk bisa ditangani oleh teori barat dibilangnya psikopatologis)
n  Pdenkatan psikologi asia lebih didasarkan pd introspeksi & pemeriksaan diri sendiri yg menuntut bnyak energi, berbeda dgn barat yg bnyk melihat observasi tingkah laku.
n  Garner & murphy ttg psi asia: menyimpulkan bahwa psikologi itu merupakan reaksi trhdap kehidupan yg penuh penderitaan & kekecewaan.Cara umum mngatasi penderitaan dianjurkan kontrol diri “suatu perasaan ekstase yg tdk terbatas yg hanya dpt ditemukan dlm diri yg bebas dari pamrih-pamrih pribadi.
n  Cara pembebasan sama dgn barat,yakni keduanya bertujuan merubah perasaan ya terhadap dirinya sendiri serta hub dgn orang lain dan alam.Sebagian besar terapi barat mengalami orang yg mengalami ganguan sedangkan psi timur menangani orang yg normal dn memilih penyesuaian sosial yg baik.
n  RAM Dass:Kepribadian terapiutik tdk dihasilkan oleh obat2an bius. Menekankan pd pertumbuhan rohani
n  Maslow:Teori Z kesehatan dlm taraf ttt sebagai syarat untk menjadi manusiawi sepenuhnya. Buku yg terbit sesudah kematiannya Religion, values & peak akperience.Sbg tujuan dlm dirinya sendiri  berpaling dr dunia dlm suatu pencarian yg romantik:pelajaran mulia bagi mistikus sejati
n  Sutich:Mengungkapkan minat Psikologi transpersonal:adalah nama yg diberikan untuk suatu mazhab yg tengah bangkit yg tertarik pd kapasitas2 & potensi dsr manusia yg tdk dpt tempat sistematik dam mazhab sebelumnya. Psi transpersonal secara khusus berbicara mengenai nilai2 dasar, pengalaman puncak ekstase, pengalaman mistik, perasaan terpesona, akrualisasi diri,roh
n  Ajaran Abidharma
n  Faktor tdk sehat
n  Perseptual /kognitif
-delusi (kegelapan jiwaaa0 persepsi yg salah)
-sikap tak tahu malu
Ceroboh
-egois
Afektif
Keresahan,ketamakan,kemuakan,kikir


dicopy dari makalah Psikologi Umum


Senin, 15 Oktober 2012

Ebook psychology Industrial


E-book Industrial Oraganization by Michael G Aamodt http://www.mediafire.com/?xv5mys5fkovlto6










Library of Congress Control Number: 2008940540

ISBN-13: 978-0-495-60106-7

ISBN-10: 0-495-60106-3

Wadsworth

10 Davis Drive

Belmont, CA 94002-3098

USA

Cengage Learning is a leading provider of customized learning solutions with

offi ce locations around the globe, including Singapore, the United Kingdom,

Australia, Mexico, Brazil, and Japan

Rabu, 05 September 2012

Tokoh Filsafat Muhammad Iqbal

A. biografi muhammad Iqbal
Ia lahir di sebuah kota bernama Sialkot (Punjab), sebuah kota peninggalan Dinasti Mughal India pada tanggal 22 Februari 1873 (Dzulhijjah 1289 H). Leluhurnya dari kashmir, yang telah memeluk islam selama kira 300 tahun.
Ayahandanya Syaikh Nur Muhammad memiliki kedekatan dengan kalangan Sufi. Karena kesalehan dan kecerdasannya, penjahit yang cukup berhasil ini dikenal memiliki perasaan mistis yang dalam serta rasa keingintahuan ilmiah yang tinggi. Tak heran, jika Nur Muhammad dijuluki kawan-kawannya dengan sebutan "Sang Filosof tanpa guru" (un parh falsafi).
Ibunda Iqbal, Imam Bibi, juga dikenal sangat relegius. Ia membekali kelima anaknya, tiga putri dan dua putra, dengan pendidikan dasar dan disiplin keislaman yang kuat. Di bawah bimbingan kedua orangtuanya yang taat inilah Iqbal tumbuh dan dibesarkan. Kelak di kemudian hari, Iqbal sering berkata bahwa pandangan dunianya tidaklah dibangun melalui spekulasi filosofis, tetapi diwarisi dari kedua orangtuanya tersebut.
Masa kecil di habiskan dengan belajar di sekolah rendah dan menengah salah satu seorang alim yang mengajar nya yaitu Maulami Mir hasan. selain juga belajar pada ayahnya.
Pada tahun 1895 ia pergi ke Lahore, salah satu kota di India yang menjadi pusat kebudayaan, pengetahuan dan seni. Di kota ini ia bergabung dengan perhimpunan sastrawan yang sering diundang musyara'ah, yakni pertemuan-pertemuan di mana para penyair membacakan sajak-sajaknya. Ini merupakan tradisi yang masih berkembang di Pakistan dan India hingga kini. Di kota Lahore ini, sambil melanjutkan pendidikan sarjananya ia mengajar filsafat di Government College. Pada tahun 1897 Iqbal memperoleh gelar B.A., kemudian ia mengambil program M.A. dalam bidang filsafat. Pada saat itulah ia bertemu dengan Sir Thomas Arnold—orientalis Inggris yang terkenal—yang mengajarkan filsafat Islam di College tersebut. Antara keduanya terjalin kedekatan melebihi hubungan guru dan murid, sebagaimana tertuang dalam sajaknya Bang-I Dara.
Dengan dorongan dan dukungan dari Arnold, Iqbal menjadi terkenal sebagai salah satu pengajar yang berbakat dan penyair di Lahore. Sajak-sajaknya banyak diminati orang. Pada tahun 1905, ia belajar di Cambridge pada R.A. Nicholson, seorang spesialis dalam sufisme, dan seorang Neo-Hegelian, yaitu Jhon M.E.McTaggart. Iqbal kemudian belajar di Heidilberg dan Munich. Di Munich ia menyelesaikan doktornya pada tahun 1908 dengan disertasi, The Development of Metaphysics in Persia (disertasi ini kemudian diterbitkan di London dalam bentuk buku, dan dihadiahkan Iqbal kepada gurunya, Sir Thomas Arnold). Setelah mendapatkan gelar doktor, ia kembali ke London untuk belajar di bidang keadvokatan sambil mengajar bahasa dan kesusastraan Arab di Universitas London. Selama di Eropa Iqbal tidak pernah bosan menemui para ilmuwan untuk mengadakan berbagai perbincangan tentang persoalan-persoalan keilmuan dan kefilsafatan. Ia juga memperbincangkan Islam dan peradabannya. Di samping itu Iqbal memberikan ceramah dan berbagai kesempatan tentang Islam. Isi ceramahnya tersebut dipublikasikan dalam berbagai penerbitan surat kabar. Ternyata setelah menyaksikan langsung dan mengkaji kebudayaan Barat, ia tidak terpesona oleh gemerlapan dan daya pikat kebudayaan tersebut. Iqbal tetap concern pada budaya dan kepercayaannya.
Sekembali di india pada tahun 1908 dan menjadi Mhaguru dalam filsafat dan kesustraan inggris di lahore di goverment college Lahore.
Ia wafat tanggal 21 april 1983 karena penyakit yang di deritanya sebuah sajak penutup :
“melodi selamat tinggal akan menggema atau tidak
Nafiri akan berbunyi dari hijaz atau tidak
Hari fakir ini telah sampai pada batasannya
Pujangga yang lain akan datang atau tidak”

C. Karya-karya Muhammad Iqbal
1. Asrar-i Khudi (Rahasia Pribadi) (1915)
2. Bang-i Dara (Seruan dari Perjalanan) (1924)
3. The Recunstruction of Relegious Thought in Islam (1930)
4. Payam-i Masyriq (Pesan dari Timur) (1923)
5. Ilm al-Iqtisad (1903)
6. Development of Metaphysics in Persia: A Constribution to the History of Muslim                          Philosofy (1908)
7. Islam is a Moral and Political Ideal (1909)
8. Rumuz-I Bekhudi (Rahasia Peniadaan Diri) (1918)
9. Self in the Light of Relativity Speechees and Statement of Iqbal (1925)
10. Zaboor-I ‘Ajam (Kidung Persia) (1927)
11. Khusal Khan Khattak (1928)

D. Filosof-Filosof yang Mempengaruhi Iqbal
Iqbal adalah filosof Muslim yang banyak dipengaruhi oleh banyak filosof Barat seperti Thomas Aquinas, Bergson, Nietzsche, Hegel dan masih banyak lagi yang lainnya. Di antara sekian banyak filosof, menurut Donny Gahral, Nietzsche dan Bergsonlah yang paling banyak mempengaruhi Iqbal, oleh karena itu pemikiran kedua filosof ini akan dipaparkan sebagai berikut:
Nietzsche dan Bergson sangat mempengaruhi Iqbal khususnya konsepnya tentang hidup sebagai kehendak kreatif yang terus bergerak menuju realisasi. Manusia sebagai kehendak kreatif tidak bisa dibelenggu oleh hukum mekanis maupun takdir sebagai rencana Tuhan terhadap manusia yang ditetapkan sebelum penciptaan. Namun semangat relegius Iqbal menyelamatkannya dari sikap atheisme yang dianut Nitzsche sebagai konsekuensi kebebasan kreatif manusia. Iqbal masih mempertahankan Tuhan dan mengemukakan argumentasi yang bisa mendamaikan kemahakuasaan Tuhan dengan kebebasan manusia.
Iqbal juga menolak konsep Nitzsche maupun Bergson tentang kehendak sebagai sesuatu yang buta, khaotis, tanpa tujuan. Iqbal mengatakan bagaimanapun orang sadar bahwa dalam kehendaknya ia memiliki tujuan karena kalau tidak buat apa ia berkehendak, namun Iqbal menolak tujuan sebagai tujuan yang bukan ditetapkan oleh manusia sendiri melainkan oleh takdir atau hukum evolusionistik.
 1. Friedrich Nietzsche
Filsafat Nietzsche (1844-1900) adalah filsafat kehendak untuk penguasaan. Konsep Nietzsche tentang kehendak untuk penguasaan berkaitan erat dengan konsep lebenphi-losophie tentang hidup. Tradisi lebenphi-losophie memandang hidup bukan sebagai proses biologis, melainkan sebagai sesuatu yang mengalir, meretas, dan tidak tunduk pada apa pun yang mematikan gerak hidup. Nietzsche memandang hidup sebagai insting atas pertumbuhan, kekekalan dan pertambahan kuasa. Pendeknya, hidup menurut Nietzsche adalah kehendak untuk penguasaan.
Berdasarkan konsep hidup sebagai kehendak untuk penguasaan, Nietzsche secara revolusioner mendekonstruksi tiga warisan klasik yang menjadi pondasi dasar peradaban Barat: filsafat, moralitas, dan agama (Yudeo-Kristiani) yang dinilainya tidak mewadahi kehendak untuk penguasaan. Tiga serangkai yang membawa peradaban Barat menuju pada kehancuran bukan kemajuan. Ketiga warisan klasik peradaban Barat itu menurut Nietzche berlawanan dengan konsepnya tentang hidup.
Dengan nada ironis Iqbal pernah melukiskan Nietzsche sebagai jenius yang kesepian dan tersesat. Bahkan nyaris putus asa. Ia merindukan seseorang yang bisa ia patuhi untuk membimbing kekuatan-kekuatan batin dalam kehidupan ruhaninya. Nietzsche sesungguhnya sadar akan kebutuhan ruhaninya, tetapi ia telah gagal menumbuhkna sifat-sifat ketuhanan yang tak terbatas dalam dirinya. Kekuatan-kekuatan batinnya malah menjadi tidak produktif karena Nietzsche menciptakan solusi di luar kehidupan ruhaninya melalui gagasan-gagasan semacam radikalisme aristokrasi.
Iqbal memang terinspirasi Nietzsche, terutama dalam semangatnya. Hal ini tampak dari puisi lainnya tentang Nietzsche bahwa kita dapat meraih semangat yang positif dan harapan dari ketulushatiannya:
Jika kau nada lembut, jangan datang padanya
Gemuruh topannya adalah musik yang ditiup seruling penanya
Ia celupkan pisau bedah ke lubuk hati Barat
Tangannya berlumuran darah setelah membersihkan darah salib Kristus
Pada pembangunan Ka’bah, ia mendirikan rumah berhala sendiri
Hatinya adalah seorang mukmin, namun otaknya kafir
Pergilah dan bakar dirimu di api unggun raja Namrudz ini
Agar taman bunga Ibrahim berbunga dari api azar
            2. Henry Bergson
Henry Bergson (1859-1941) merupakan tokoh yang bisa dibilang paling berpengaruh terhadap pemikiran Iqbal, khususnya tentang intuisi dan élan vital. Bergson mengemukakan adanya dua cara pengenalan yaitu analisis dan intuisi. Analisis adalah aktivitas intelektual yang mengenali objek dengan observasi bergerak mengitari objek atau dengan memisahkan bagian-bagian konstituen objek kajiannya. Analisis bekerja dengan simbol-simbol tersebut selalu berupa generalisasi abstrak yang melenyapkan keunikan individu
Intuisi, di lain pihak, menurut Bergson merupakan semacam rasio simpati yang mana subjek peneliti menempatkan dirinya dalam objeknya untuk menemukan apa yang unik dalamnya dan oleh karenanya tidak dapat diekspresikan. Berpikir secara intuitif adalah berpikir dalam durasi. Durasi sendiri dipahami sebagai waktu dalam bergerak berkelanjutan (continuous flow) dan bukan waktu yang terspesialisasi oleh rasio menjadi momen-momen atau titik-titik dalam garis. Rasio hanya mampu memahami bagian-bagian statis dan tidak mampu menangkap pergerakan terus-menerus (durasi).
Elan Vital merupakan suatu kesadaran dari mana tumbuh kehidupan dan semua kemungkinan kreatifnya. Evolusi bersifat kreatif dan tidak deterministik seperti dikemukakan Darwin dan Marx karena masa depan bersifat terbuka. Bergson menolak, berdasarkan argumen élan vitalnya, adanya tujuan final yang ditetapkan di depan.
2.2 PEMIKIRAN-PEMIKIRAN MUHAMMAD IQBAL
A. Filsafat Ego atau Khudi
Konsep tentang hakikat ego atau individualitas merupakan konsep dasar dari filsafat Iqbal, dan menjadi alas penopang keseluruhan struktur pemikirannya. Masalah ini dibahas dalam karyanya yang ditulis dalam bahasa Persia dengan bentuk matsnawi berjudul Asrar-i Khudi; kemudian dikembangkan dalam berbagai puisi dan dalam kumpulan ceramah yang kemudian dibukukan dengan judul The Reconstruction of Relegious Thought in Islam.
Menurut Iqbal, khudi, arti harfiahnya ego atau self atau individualitas, khudi merupakan suatu kesatuan yang riil atau nyata, serta merupakan pusat dan landasan dari semua kehidupan, khudi merupakan suatu iradah kreatif yang terarah secara rasional. Arti terarah secara rasional, menjelaskan bahwa hidup bukanlah suatu arus tak terbentuk, melainkan suatu prinsip kesatuan yang bersifat mengatur, suatu kegiatan sintesis yang melingkupi serta memusatkan kecenderungan-kecenderungan yang bercerai-berai dari organisme yang hidup ke arah suatu tujuan konstruktif. Iqbal menerangkan bahwa khudi merupakan pusat dan landasan dari keseluruhan  kehidupan. Hal ini tercantum pada beberapa matsnawinya dalam Asrar-i Khudi.
Bentuk kejadian ialah akibat dari khudi
Apa saja yang kaulihat ialah rahasia khudi
Dijelmakannya alam cita dan pikian murni
Apa guna wujudmu melainkan untuk mengembangkan dayamu?
Kalau kau perkuat dirimu dengan khudi
Kau akan pecahkan dunia sesuka khudimu;
Jika kau hendak hidup, isilah dirimu dengan khudi
Apakah mati sebenarnya? Melepaskan semua khudi
Kenapa berkhayal itulah terpisahnya roh dari tubuh
Bermukimlah dalam khudi, penaka Yusuf
Majulah dari rebutan yang satu ke rebutan yang lain
Pikirkanlah khudimu dan jadilah beraksi
Jadilah manusia-Tuhan, kandunglah rahasia dalammu.
Iqbal juga menjelaskan bahwa Realitas tertinggi sebagai suatu Ego, realitas tertinggi ini merupakan asal tempat semua ego bermula, dan juga berfungsi sebagai kesatuan Ego. Realitas tertinggi ini bisa dikatakan Ego Mutlak (tuhan : Aku yang Akbar), dan setiap yang ada di dunia ini merupakan penjelmaan dari Ego mutlak tadi (dalam arti spritual). Tetapi setiap ego-ego yang ada di dunia tersebut memilki tingkatan kewujudan sendiri.
Ego mempunyai tujuan untuk menjelaskan realitasnya sendiri, mencapai nilai fundamentalnya. Pencarian ego adalah pencarian untuk mendapatkan defenisi yang lebih tepat tentang dirinya. Kehidupan adalah sebuah gerak maju yang senangtiasa mengadakan asimilasi. Esensi dari kehidupan itu sendiri adalah semua pembentukan untuk memelihara dirinya sendiri dan untuk mewujudkan dirinya dalam lapangan yang lebih luas.
Ego bagi Iqbal adalah kausalitas pribadi yang bebas. Ia mengambil bagian dalam kehidupan dan kebebasan Ego mutlak. Sementara itu, aliran kausalitas dari alam mengalir ke dalam ego dan dari ego ke alam. Karena itu, ego dihidupkan oleh ketegangan interaktif dengan lingkungan. Dalam keadaan inilah Ego Mutlak membiarkan munculnya ego relatif yang sanggup berprakarsa sendiri dan membatasi kebebasan ini atas kemauan bebasnya sendiri. Menurut Iqbal, nasib sesuatu tidak ditentukan oleh sesuatu yang bekerja di luar. Takdir adalah pencapaian batin oleh sesuatu, yaitu kemungkinan-kemungkinan yang dapat direalisasikan yang terletak pada kedalaman sifatnya.
Untuk memperkuat ego dibutuhkan cinta (intuisi) dan ketertarikan, sedangkan yang memperlemahnya adalah ketergantungan pada yang lain. Untuk mencapai kesempurnaan ego maka setiap individu mesti menjalani tiga tahap. Pertama, setiap individu harus belajar mematuhi dan secara sabar tunduk kepada kodrat makhluk dan hukum-hukum ilahiah. Kedua, belajar berdisiplin dan diberi wewenang untuk mengendalikan dirinya melalui rasa takut dan cinta kepada Tuhan seraya tidak bergantung pada dunia. Ketiga, menyelesaikan perkembangan dirinya dan mencapai kesempurnaan spiritual (Insan Kamil).

B. Filsafat Ketuhanan
Pemahaman Iqbal tentang ketuhanan mengalami tiga tahap perkembangan, dari tahap pencarian sampai ke tahap kematangan. Ketiga tahap itu adalah :
Tahap Pertama : Pada tahap ini Iqbal meyakini Tuhan sebagai Keindahan Abadi, keberadaanNya tanpa tergantung pada sesuatu dan mendahului segala sesuatu, bahkan menampakkan diri dalam semuanya itu. Dia menyatakan dirinya di langit dan di bumi, di matahari dan di bulan, di semua tempat dan keadaan. Tuhan sebagai Keindahan Abadi, menarik segala sesuatu, seperti magnet menarik besi, Tuhan juga sekaligus menjadi penyebab gerak segala sesuatu. Kekuatan pada benda-benda, daya tumbuh pada tanaman, naluri pada binatang buas, dan kemauan pada manusia hanyalah sekedar bentuk daya tarik, cinta untuk Tuhan. Karena itu, Keindahan Abadi adalah sumber, esensi dan ideal segala sesuatu. Tuhan bersifat universal dan melingkupi segalanya seperti lautan.
Tahap Kedua : Pada tahap ini Iqbal tertarik kepada Rumi yang dijadikan sebagai pembimbing ruhaninya. Pada tahap ini, Tuhan bukan lagi dianggap sebagai Keindahan Luar, tetapi sebagai Kemauan Abadi, sementara keindahan hanyalah sebagai sifat Tuhan di samping ke-Esa-an Tuhan. Karena itu Tuhan menjadi asas rohaniah tertinggi dari segala kehidupan. Tuhan menyatakan diriNya bukan dalam dunia yang terindera, tetapi dalam pribadi terbatas. Karena itu usaha mendekatkan diri kepadaNya hanya dimungkinkan lewat pribadi. Dengan menemukan Tuhan, seseorang tidak boleh membiarkan dirinya terserap ke dalam Tuhan dan menjadi tiada. Sebaliknya, manusia harus menyerap Tuhan ke dalam dirinya, menyerap sebanyak mungkin sifat-sifatNya.
Tahap Ketiga: Pada tahap ini merupakan pengembangan menuju kematangan konsepsi Iqbal tentang ketuhanan. Tuhan adalah hakikat sebagai suatu keseluruhan. Hakikat sebagai suatu keseluruhan pada dasarnya bersifat sepiritual, tegasnya merupakan suatu Ego Mutlak, karena Dia meliputi segalanya, tidak ada sesuatu pun di luar Dia. Dia merupakan sumber segala kehidupan dan sumber dari mana ego-ego bermula, yang menunjang adanya kehidupan itu.
Tuhan sebagai objek kajian metafisika memiliki kekhususan dibanding kedua objek metafisika lainnya. Apabila manifestasi lahiriah dari semesta maupun jiwa dapat ditangkap indra, maka hal yang sama tidak berlaku bagi realitas ketuhanan. Tuhan adalah suatu yang mutlak tidak ditangkap indra.
Metafisika yang mengkaji tentang Tuhan disebut filsafat ketuhanan (teologi naturalis) untuk membedakannya dari teologi adikodrati atau teologi wahyu. Apabila filsafat ketuhanan mengambil Tuhan sebagai titik akhir atau kesimpulan seluruh pengkajiannya, maka teologi wahyu sebagai titik awal pembahasannya.
Filsafat ketuhanan berurusan dengan pembuktian kebenaran adanya Tuhan yang didasarkan pada penalaran manusia. Filsafat ketuhanan tidak mempersoalkan eksistensi Tuhan, disiplin tersebut hanya ingin menggarisbawahi bahwa apabila tidak ada penyebab pertama yang tidak disebabkan maka kedudukan benda-benda yang relatif-kontigen tidak dapat dipahami akal.
Paling tidak, terdapat tiga argumen besar dalam filsafat ketuhanan: argumen kosmologis, argumen teologis, dan argumen ontologis. Argumen kosmologis mengemukakan bahwa Tuhan harus ada, karena kalau tidak maka akan ada rangkaian kausalitas yang tak terhingga untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa. Argumen teologis mengemukakan bahwa dari struktur finalitas realitas dapat ditariik kesimpulan adanya Sang Pencipta yang menetapkan struktur tersebut. Sedangkan argumen ontologis mengemukakan bahwa Tuhan ada karena kita memikirkannya dan memprediksikan eksistensi terhadap Dirinya.
Iqbal secara tegas menolak argumen-argumen para filosof skolastik tersebut. Baginya argumen-argumen ini telah menemui kegagalan. Di samping tampak sebagai suatu interpretasi pengalaman yang dibuat-dibuat, menurutnya argumen-argumen itu mengundang pula kesesatan logis. Iqbal mengungkapkan bahwa di antara penyebab kegagalan argumen-argumen ini adalah karena dipaksakannya dualisme epistemologis, yaitu pemisahan antara pikiran dan wujud (being). Padahal dalam argumen-argumen itu sendiri sesungguhnya telah tersirat bahwa pikiran dan wujud pada akhirnya merupakan satu kesatuan.
Iqbal sepakat dengan Kant bahwa rasio manusia memiliki keterbatasan dalam mengetahui hakikat Tuhan. Namun keterbatasan rasio tidak menjadikan Iqbal seorang skeptis seperti Kant, ia tetap meyakini bahwa manusia mampu memperoleh pengetahuan tentang Tuhan secara langsung melalui proses intuisi dalam pengalaman relegius. Dalam hal ini konsep intuisi Iqbal berbeda dengan konsep intuisi kaum mistikus. Apabila kaum mistikus menekankan kontak langsung dengan Tuhan lewat proses intuisi, Iqbal menolaknya dengan mengatakan bahwa apa yang pertama-pertama tersingkap secara kuat lewat intuisi adalah keberadaan ego atau diri yang kreatif dan bebas.
Filsafat ketuhanan Iqbal berbeda dengan filsafat ketuhanan kontemplatif karena Iqbal berangkat dari filsafat manusia yang menekankan pengetahuan langsung tentang keberadaan ego atau diri yang bebas-kreatif.
Metafisika gerak Iqbal mengemukakan bahwa manusia bukanlah benda statis tetapi suatu aktivitas gerak dinamis-kreatif yang terus merindu akan kesempurnaan. Hidup keberagamaan sendiri menurut Iqbal adalah suatu proses evolusi yang dapat dibagi menjadi tiga tahap, iman, pemikiran dan penemuan. Pada tahap pertama yaitu tahap iman kita menerima apa yang difirmankan Tuhan tanpa keraguan sedikitpun. Pendeknya segala sesuatu yang berasal dari Tuhan adalah mutlak benar karena berasal dari Tuhan dan bukan konstruksi manusia. Pada tahap kedua yaitu tahap pemikiran. Kita tidak sekadar menaati secara buta firman Tuhan melainkan mulai memikirkan maksud dari firman tersebut atau singkatnya kita mencoba memahami secara rasional apa yang kita percayai. Dan pada tahap terakhir yaitu tahap penemuan kita mencapai kontak langsung dengan realitas ultim yang merupakan sumber semua hukum dan kenyataan.
Menurut Iqbal agama bukan sekadar sekumpulan ajaran untuk menekan aktivitas nafsu instingtif manusia (agama sebagai instrumen moral) seperti diklaim para psikoanalisis (Freud, Jung). Bagi Iqbal, agama lebih dari sekadar etika yang berfungsi membuat orang terkendali secara moral. Fungsi sesungguhnya adalah mendorong proses evolusi ego manusia di mana etika dan pengendalian diri menurut Iqbal hanyalah tahap awal dari keseluruhan perkembangan ego manusia yang selalu mendampakan kesempurnaan. Dengan kata lain, agama justru mengintegrasikan kembali kekuatan-kekuatan pribadi seseorang.

C.  Materi dan Kausalitas
Menurut Iqbal materi adalah suatu kelompok ego-ego berderajat rendah, dan dari sana muncul ego yang berderajat lebih tinggi, apabila penggabungan dan interaksi mereka mencapai suatu derajat kordinasi tertentu. Fakta yang berderajat lebih tinggi muncul dari yang lebih rendah, tidaklah mengurangi nilai dan kehormatannya. Yang menjadi masalah bukanlah asal, tetapi kesanggupan, arti dan pencapaian terakhir dari pemunculannya itu.
Iqbal berpendapat bahwa system sebab akibat merupakan suatu ‘alat’ yang perlu sekali bagi ego, dan bukanlah merupakan gambaran yang sebenarnya tentang sifat realitas. Sebab sebenarnya rantai perhubungan sebab akibat di mana kita mencari suatu tempat untuk ego, yaitu suatu bentuk artificial ego untuk kepentingan ego sendiri. Ego diharuskan berada di suatu lingkungan yang kompleks, dan dia tidak dapat terus hidup tanpa mengubahnya menjadi suatu system, yang dapat menjamin bahwa tata laku hal-hal di sekelilingnya sesuai untuk dirinya. Dengan menafsirkan alam seperti ini, ego dapat menguasai lingkungannya, dan dengan demikian dapai mencapai keluasan dalam arti meningkatkan kualitas.
Iqbal selalu menekankan bahwa kodrat kehidupan ego selalu berproses, yang berarti juga selalu ada perkembangan ego, yang berjuang meningkatkan dirinya ke arah individualitas yang lebih kompleks dan lebih sempurna.

D. Moral
Manusia mempunyai kemungkinan yang tidak terbatas, mempunyai kemampuan untuk mengubah dunia dan dirinya sendiri, serta mempunyai kemampuan untuk ikut memperindah dunia. Sudah menjadi tanggung jawab manusia untuk mengambil bagian dengan cita-cita yang lebih tinggi dari alam sekitarnya dan turut menentukan nasibnya sendiri. Manusialah yang dapat mengambil inisiatif menyiapkan diri dalam mengahadapi tantangan alam dan mengerahkan seluruh kekuatannya supaya dapat mempergunakan tenaga-tenaga alam itu untuk tujuannya sendiri.kalau manusia tidak mengambil inisiatif dan kalau ia tidak mau mengubah keadaan batinnya ke arah hidup yang lebih tinggi,maka roh yang ada didalam dirinya akan mengeras menjadi batu, dan ia pun merosot turun ke tingkat benda mati Sesungguhnya ilmulah yang mengadakan hubungan-hubungan ini, dan ilmu adalah persepsi-inderawi yang diolah dengan pemahaman dan pengertian. Dengan bersenjatakan pengetahuan, manusia berkenalan dengan aspek kebenaran yang dapat diselidiki. Usaha pikiran mengatasi rintangan yang disebabkan oleh alam. Manusia yang akan mempertahankan hidupnya dalam suatu lingkungan yang penuh rintangan, tak dapat mengabaikan hal-hal yang terlihat oleh mata, dan tak dapat mengabaikan tentang adanya perubahan.
Menurut Iqbal moral tidak hanya berdasarkan persepsi inderawi saja, tetapi juga harus dilengkapi dengan persepsi al-Qur’an di sebut Qalb. Kerja hati adalah untuk menguraikan masalah-masalah kejiwaan, mistik dan kegaiban. Fakta pengalaman religious/mistik adalah sama dengan fakta pengalaman manusia dan penafsiran yang dihasilkan oleh pengetahuan. Sifat-sifat pengalaman religious/mistik menurut Iqbal terbagi menjadi 4, yaitu Pertama, pengalaman langsung. Kedua, Keseluruhan pengalaman mistik tak dapat diuraikan. Ketiga, suasana miistis merupakan penggabungan antara ego insane dengan Ego Yang Maha Kuasa. Keempat, suasana mistis lebih bersifat perasaan daripada pikiran. Kelima,hubungan mistis rapat sekali dengan alam azali.
Dalam hal mencari kebenaran dari suatu pengalaman, iqbal membagi atas dua macam pembuktian:
1.    Pembuktian secara akal, penafsiran yang kritis tanpa prasangka.
2.    Pembuktian secara pragmatis, kebenaran dari suatu pengalaman dengan melihat hasilnya.

Menurut M.Iqbal, ada dua cara untuk memahami manusia; pertama, cara intelektual yaitu cara yang memahami dunia sebagai suatu sistem agar kokoh tentang sebab-akibat. Kedua, cara Vital yaitu menerima mutlak adanya keharusan yang tidak dapat dihindari dari kehidupan ini,dimana ia dipandang sebagai keseluruhan. Cara ini disebut “iman” (percaya aktif).
E. Insan Al-Kamil
Iqbal menafsirkan Insan al-Kamil atau ‘manusia utama’ yaitu setiap manusia potensial adalah suatu mikrokosmos, dan bahwa insane yang telah sempurna kerohaniannya menjadi cermin dari sifat-sifat Tuhan, sehingga sebagai orang suci dia menjadi khalifah atau wakil Tuhan di muka bumi.
Manusia dengan segala kelemahannya masih lebih tinggi daripada alam. Sudah tentu perjalanan hidupnya mempunyai suatu awal, namun ia mungkin telah ditakdirkan untuk menjadi unsure permanen dalam susunan wujud ini. Ketika tertarik oleh kekuatan-kekuatan yang ada di sekitarnya, manusia sanggup membentuk dan berusaha untuk menguasainya.
Setiap manusia merupakan suatu pribadi atau suatu ego yang berdiri sendiri, tetapi belumlah ia menjadi pribadi yang utama. Dia yang dekat kepada Tuhan adalah yang utama. Semakin dekat semakin utama. Sedangkan semakin jauh jaraknya dari Tuhan, kian berkurang bobot kepribadiannya. Pribadi sejati bukan saja menguasai alam benda, tetapi juga dilingkupi sifat-sifat Tuhan ke dalam egonya sendiri.
Adapun tentang kehidupan adalah proses yang terus maju ke depan dan esensinya ialah penciptaan terus menerus dari gairah dan cita-cita. Penciptaan gairah dan cita-cita yang baru tentulah selamanya mewujudkan ketegangan-ketegangan yang konstan. Menurut Iqbal tujuan seluruh kehidupan adalah membentukinsan yang mulia, dan setiap pribadi haruslah berusaha untuk mencapainya. Cita-cita untuk membentuk manusia utama ini, memberikan kepada ukuran ‘baik’ dan ‘buruk’. Apa yang dapat memperkuat pribadi adalah baik sifatnya dan apa yang melemahkan pribadi adalah buruk sifatnya.
Hal-hal yang dapat memperkuat ego menurut Iqbal adalah cinta kasih, semangat atau keberanian, toleransi, tenggang rasa, hidup dengan usaha dan nafkah yang syahdan sikap tidak mengharapkan imbalan yang akan diberikan dunia. Sedangkan hal-hal yang melemahkan pribadi adalah takut, suka minta-minta, perbudakan dan sombong.
Salah satu puisi Muhammad Iqbal yang berjudul Javid Namah:
Hidup ini selalu menyongsong kesulitan
Menolak segala sikap segampang
Hidup itu selalu mencipta,
selalu meraih yang serba baru
Hidup itu laksana mengubah busana indah,
Dari saripati air dan tanah
Hidup itu memanfaatkan tangan dan kaki,
Mengfungsikan mata dan hati!




   sumber :

Adian, Donny Gahral, Muhammad Iqbal, Teraju, Bandung: 2003
Iqbal, Muhammad, Rekonstruksi Pemikiran Agama dalam Islam, Lazuardi, Yogyakarta: 2002
Khan, Asif Iqbal, Agama, Filsafat, Seni dalam Pemikiran Iqbal, Fajar Pustaka, Yogyakarta: 2002
Nasution, Hasyimsyah, Filsafat Islam, Gaya Media Pratama, Jakarta: 1999