This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Selasa, 11 Desember 2012
Cahaya dan kegelapan
Sabtu, 08 Desember 2012
Persuasi Ekstrim: Bagaimana sebuah pesan mengindoktrinasi.?
Namun bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi, Apa yang membujuk orang-orang ini untuk bergabung dan memberi semacam kesetiaan total mereka, terhadap aliran-aliran tersebut (juga disebut baru gerakan keagamaan), pada umumnya sebuah kelompok aliran biasanya ditandai dengan :
· Ritual dan keyakinan khas terkait dengan pengabdian untuk sebuah dewa atau seseorang
· Isolasi dari budaya sekitarnya yang di anggap "jahat"
· Seorang pemimpin Kharismatik
Compliance acceptance seorang anggota baru akan segera belajar bahwa keanggotaan bukanlah hal sepele. Mereka diarahkan untuk menjadi aktif dalam kegiatan aliran seperti Perilaku ritual, perekrutan publik, dan penggalangan dana. Sehingga memperkuat identitas mereka sebagai anggota. Dan hal tersebut mendukung komitmen mereka. Semakin besar komitmen pribadi, semakin banyak kebutuhan untuk membenarkan itu.
The foot in the door phenomen. Bagaimana orang didorong untuk membuat komitmen untuk mengubah hidup mereka secara drastis. hal ini, stategi rekrutmen ini memanfaatkan prinsip The foot in the door phenomen. misalnya, mereka akan mengundang orang untuk makan malam dan kemudian di akhir pekan mengadakan pertamuan dan diskusi filosofi kehidupan. Pada selanjutnya, mereka akan mendorong para hadirin untuk bergabung dengan dalam kegiatan lagu-lagu ritual mereka, kegiatan-kegiatan mereka, dan diskusi. lalu didesak untuk mendaftar untuk pelatihan yang lebih lama. Dan akhirnya mereka akan meminta sumbangan dana, yang pada awalnya secara sukarela, namun pada akhirnya ketua sekte akan menetapkan berapa persen kontribusi yang wajib anggota berikan, yang terus meningkat, pada Akhirnya ia memerintahkan anggota untuk menyerahkan kepadanya segala sesuatu yang mereka miliki. Dan semua itu terjadi secara bertahap.
Group effect. Terputus dari keluarga dan teman-teman mereka kehilangan akses keluar kelompok, sehingga kelompok ini menawarkan identitas dan mendefinisikan realitas kepada setiap anggotanya. Terlebih lagi setiap sekte-sekte menghukum perbedaan pendapat, konsensus jelas membantu menghilangkan keraguan.
disimpulkan bahwa keberhasilan yang mereka dapat melalui tiga teknik umum yaitu:
· Perilaku memunculkan komitmen
· Menerapkan prinsip-prinsip persuasi yang efektif
· Mengisolasi anggota kelompok
Bagaimana Persuasi dilawan.?
Setelah meneliti "senjata pengaruh," psikolog sosial mempertimbangkan beberapa taktik untuk melawan pengaruh. Dan bagaimana cara kita menyiapkan seseorang untuk menolak persuasi yang tidak ia diinginkan.
1. Memperkuat Komitmen Pribadi
cara pertama untuk melawan: Sebelum menghadapi penilaian orang lain, adalah dengan membuat komitmen untuk posisi kita. Setelah berdiri untuk keyakinan Anda,
Anda akan menjadi kurang rentan (atau, harus kita katakan, kurang "terbuka") untuk apa
orang lain katakan.
2. menantang keyakinan
dalam upaya meningkatkan komitmen, Dari eksperimen, Charles Kiesler (1971) menawarkan satu cara yang mungkin: yaitu dengan sedikit menyerang posisi mereka. Kiesler menemukan bahwa ketika orang diserang cukup kuat untuk menyebabkan mereka bereaksi, tapi tidak begitu kuat untuk menguasai mereka, namun mereka dapat menjadi lebih berkomitmen. Kiesler menjelaskan: "Ketika anda menyerang orang-orang berkomitmen dan serangan Anda kekuatan yang tidak memadai, Anda mendorong mereka untuk perilaku bahkan lebih ekstrim dalam pertahanan rethadap komitmen mereka sebelumnya.
3. Mengembangkan sikap kontra
Salah satu sikap kontra yaitu Inokulasi. Inokulasi berarti Mengekspos sikap seseorang dengan seragan lemah sehingga ketika serangan kuat datang, mereka akan memiliki penyangkalan yang lebih baik. Jika sebelum keyakinan mereka diserang, mereka "diimunisasi" dengan terlebih dahulu menerima tantangan kecil untuk keyakinan mereka, dan jika mereka membaca atau menulis sebuah esai dalam sanggahan dari serangan ringan tersebut, maka mereka lebih baik mampu menahan serangan yang kuat. Ingat bahwa inokulasi efektif merangsang
Contoh aplikasi rea l: Program Inokulasi salah satu Cara terbaik untuk membangun sikap ketahanan terhadap persuasi (pencucian otak), tidak cukup dengan memberikan pengetuan tentang keyakinannya. namun mungkin mengajarkan mereka tentang berbagai sekte/aliran dan mempersiapkan mereka hal-hal untuk melawan persuasi.
Implikasi lain dari teknik inokulasi ini adalah, untuk para pembujuk, sebuah yang tidak efektif dalam membujuk bisa lebih buruk dari pada tidak sama sekali. Persuasi (bujukan) yang tidak efektif dapat membuat para pendengar untuk berlaku kontra produktif.
Jumat, 07 Desember 2012
Persuation
Persuasi tidak terikat dengan hal baik atau buruk. tetapi tujuan dan isi pesanlah yang mendapatkan penilaian yang baik atau buruk. Yang buruk sering kita sebut "propaganda." Karena bertentangan dengan apa yang dianggap benar sedangkan yang baik kita sebut "pengajaran/himbauan" karena bersesuaian dengan apa yang kita percayai.
Dalam menanggapi sebuah pesan persuasi ada 2 rute (jalan) yang seringkali dipakai :
1. Rute tengah
Sebuah persuasi akan menarik para pendengarnya dan pesannya akan tersampaikan, jika sebuah pesan fokus untuk menghadirkan argumen-argumen yang kuat, rute tengah diambil ketika orang termotivasi dan mampu berpikir tentang suatu pesan, mereka-mereka yang memilih rute ini adalah mereka yang fokus pada argumen. dan hal ini biasanya didapati oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang hal-hal yang disampaikan.
2. Rute peripheral
Terkadang kekuatan argumen tidak dipermasalahkan, kadang-kadang kita tidak cukup lihai atau mampu berpikir hati-hati sehingga kita tidak dapat mengembil waktu untuk merenungkan isi pesan sehingga kita mungkin mengikuti isyarat dari persuasi yang memicu reaksi otomatis kita, tanpa berpikir panjang hal ini sering disampaikan lewat cerita-cerita yang syarat akan muatan emosional.
4 elemen penting dalam persuasi antara lain :
a. Communicator (penyampai pesan)
b. Pesan (isi dari pesan tersebut)
c. Bagaimana pesan tersebut disampaikan
d. Penerima pesan
A. Communicator
Siapa yang menyampaikan pesan. psikolog sosial menemukan bahwa isi pesan tidak mempengaruhi bagaimana penonton menerimanya, tetapi pesan berpengaruh ketika siapa yang mengatakanya. Dalam satu percobaan, ketika pemimpin Sosialis dan pemimpin Liberal di parlemen Belanda berpendapat tentang suatu hal yang identik dengan menggunakan kata yang sama, masing-masing pesan paling efektif dengan anggota partainya sendiri (Wiegman,1985). Jadi ini bukan hanya pesan yang penting, tetapi juga siapa yang mengatakan pesan itu.
Apa yang membuat satu diantara aspek yang harus dimiliki oleh communicator adalah:
1. Kredibilitas. Sebuah pesan akan lebih berpengaruh dan lebih mudah sampai jika yang menyampaikan mempunyai kredibilitas. Sehingga para penerima pesan memilki kepercayaan terhadapnya.
a. Perceived exicited : salah satu cara untuk tampak kredibel dengan mulai mengatakan hal-hal membuat orang tampak cerdas. dan yang lain adalah untuk diperkenalkan/memperlihatkan sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan pada topic dari pesan yang disampaikan.dan hal lain untuk tampil kredibel adalah untuk berbicara dengan penuh percaya diri.
b. Perceived trustworthness : gaya berbicara juga jelas memberi pengaruh terhadap kepercayaan orang terhadap si pembicara. ditemukan bahwa jika seseorang berbicara mereka langsung di mata, bukan memandang ke arah lain, itu membuat kesan orang tersebut lebih bisa dipercaya. Kepercayaan ini juga lebih tinggi jika penonton percaya bahwa si pembicara tidak mencoba untuk membujuk mereka.
Dan hal lain yang membangkitkan kepercayaan seseorang adalah pembicara yang cepat (sekitar 190 kata per menit) pembicara dianggap sebagai lebih obyektif, cerdas, dan berpengetahuan dari yang pembicara yang lambat (sekitar 110 kata per menit). Mereka juga menemukan pembicara yang lebih cepat lebih persuasif seperti John F. Kennedy.
3. Daya tarik dan ketertarikan karakteristik dari seorang komunikator yang efektif, adalah mereka yang mempunyai daya tarik dan memiliki kualitas untuk menarik penonton. Ketertarikan bisa jadi dari charisma, tampilan atau hal lain.
B. Pesan
Element lain yang ada pada persuasi adalah pesan, bagaimana content sebuah pesan disampaikan, aspek-aspeknya meliputi :
1. Reason VS emotion.
Misalkan seseorang sedang berkampanye mendukung FAO pembebasan dunia dari kelaparan. Apakah yang terbaik memerinci argumen anda dan mengutip sebuah data statistik? Atau apakah Anda akan lebih efektif jika menyajikan pendekatan yang mungkin emosional misalnya dengan kisah menarik dari salah satu anak kelaparan.
Tentu saja, argumennya dapat ratio dan emosional, menurut psikolog sosial hal tersebut tergantung pada penonton atau pendengar. responsif terhadap hal-hal rasional, dimana orang yang memiliki tipe tengah lebih merespon terhadap argument-argumen rasional, atau orang yang tipe periphal yang mereka lebih cenderung untuk tanggap hal2 yang emosional.
2. Pengaruh perasaan baik terhadap sebuah pesan juga menjadi lebih persuasive karena pesan akan diasosiasikan dengan perasaan yang baik tersebut.
Tapi di lain waktu membangkitkan perasaan takut (buruk) bias juga efektif, karena membangkitkan emosi negative. contohnya ketika membujuk orang untuk mengurangi merokok, membangkitkan rasa takut terhadap merokok dapat membuat pesan tersampaikan
3. Primary dan recency effect.
sebuah pesan akan mudah di ingat pesan yang di awal dan di akhir tetapi dari kedua hal tersebut mana yang lebih berpengaruh terhadap persuasi.efek keutamaan dari sebuah Informasi yang disajikan awal yang paling persuasif. Karena kesan pertama adalah penting. Informasi yang pertama akan dijadikan bahan untuk interpretasi mereka dari informasi kemudian. Namun jika rentang waktunya panjang maka pesan terakhir yang lebih masuk.
C. Bagaimana Pesan itu disampaikan
Untuk persuasi, harus ada komunikasi. Dan untuk komunikasi, harus bagaimana cara bagaimana komunikasi itu di sampaikan, seperti tarik tatap muka, tanda tertulis atau dokumen, media iklan. Dll. Diantara aspek-aspeknya adalah
1. Pengalaman aktif atau penerimaan yang pasif. permasalahan bagaimana pesan akan di sampaikan Ada sebuah aturan sederhana: Persuasi akan menurun seiring dengan sesignifikan dan keakraban suatu masalah meningkat. Jadi untuk masalah kecil, seperti yang merek obat yang ingin dibeli, mudah untuk menunjukkan kekuatan media dimana tidak ada pengalaman aktif. Pada masalah yang lebih akrab dan penting, seperti sikap tentang perang panjang dan kontroversial, membujuk orang adalah sesuatu yang sulit, karena pengalaman aktif juga memperkuat sikap.
2. Pengaruh media vs pengaruh pribadi. Studi persuasi menunjukkan bahwa pengaruh besar pada kita bukan pada media, namun kontak kita dengan orang lain. pengaruh yang datang melalui kontak pribadi, memberikan efek langsung, ketimbang dari media.
D. Untuk Siapa pesan tersebut
Target dari sebuah pesan tersebut dapat di lihat kepada usia dan bagaimana mereka berpikir aspek-aspeknya
1. How old are they. Salah satunya adalah penjelasan siklus hidup: Sikap terhadap perubahan (misalnya, menjadi lebih konservatif) ketika orang bertambah tua.yang lainnya adalah penjelasan generasi: Sikap tidak berubah; orang tua sebagian besar berpegang pada sikap mereka diadopsi ketika mereka masih muda.
2. Memahami bagaimana mereka berpikir, apakah mereka tipe rute tengah, atau rute periphal
Jumat, 23 November 2012
Cinta
Jangan sampai perasaan kita melebihi cinta kita padaNya...
Aku tak ingin, Dia cemburu, marah, karena kita lalai padaNya...
Karena Dia yg memberi perasaan ini,
dan atas izinNya perasaan ini tumbuh dan terjaga...
dan atas hakNya juga, perasaan ini diambil kembali...
Makna hidup
hidup bagai berjalan dari satu ujung ke ujung yang lain, tak pernah bisa kembali ke belakang dan tak pernah tau apa yang ada di depan jalan, masa lalu sama artinya dengan penyesalan, penyesalan karna tidak memanfaatkan waktu sebaik mungkin, penyesalan akan kesalahan yang diperbuat, sedangkan masa sekarang hanya sesaat apa yang kita jalani dan masa depan penuh dengan ketidak pastian. Seperti itulah hidup melewati pelbagai kejadian, setiap kejadian yang di temui selalu dimaknai oleh tiap2 individu mungkin dengan makna yang baik tau makna yang buruk.
lantas apa makna dari perjalanan ini, sungguh pun ketika bertemu banyak hal atau bahkan memilki hal2 tersebut tapi tanpa ada sebuah pemaknaan semua orang sepakat itu akan terasa sia sia dan hampa, pertanyaannya sebelum pertanyaan tentang apa makna hidupnya adalah apakah semua orang menyadari bahwa keberadaan mereka memiliki sebuah alasan atau mungkin yang lebih sederhana apakah mereka pernah mempertanyakan makna itu, karena sebelum mencari apa makna hidup itu seseorang tentunya harus sadar bahwa mereka memilki makan hidup walaupun seperti kata filsuf satre “eksistensi mendahului esensi”
artinya esensi dari keberadaaan hidup ini kita temukan di dalam perjalanan hidup, apakah kita mencari nilai esensi dari keberadaan kita adalah dalam perjalanan hidup itu sendiri.
serasa pertanyaan ini selalu menghantui setiap tindakan yang kita lakukan, nilai-nilai yang diadaptasi dari berbagai pengalaman yang telah di lalui, akan menentukan anggapan kita nantinya.
setiap orang memilki belief and desires masing-masing yang mereka bentuk dari setiap dimensi pengalaman mereka, belif and desires ini adalah standar yang dibangun oleh seseorang untuk mengevaluasi dirinya dan orang lain termasuk juga menetapkan apa yang penting dan apa yang tidak.
jika dikaji dari sudut pandang islam eksistensi kita digambarkan berupa penghambaan dan peribadatan akan Allah azza wa jalla, “dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali utnuk menyembahku”.
Selasa, 20 November 2012
ALIRAN-ALIRAN PSIKOLOGI
- REPRESI Ã Upaya meredakan kecemasan dg jalan menekan dorongan/keinginan yg menyebabkan kecemasan kealam taksadar.
- Sublimasi à bertujuan u/ mencegah/meredakan kecemasan dg cara mengubah & nenyesuaikan dorongan Id ke dlm tingkahlaku yg diterima o/ masyarakat.
- Proyeksi à pengalihan dorongan, sikap & tingkahlaku yg menimbulkan kecemasan kpd orang lain.
- Displacement à pengungkapan dorongan yg menimbulkan kecemasan kpd objek/ individu yg kurang berbahaya /kurang mengancam dibandingkan objek semula.
- Rasionalisasi à Memutarbalikan kenyataan dg alasan yg seakan-akan masuk akal.
- Reaksi formasi à Mengendalikan dorongan-dorongan Id agar tdk muncul sambil secara sadar mengungkapkan tingkahlaku sebaliknya.
- Regresi à menghindar dari kenyataan yg mengancam dg cara kembali pada taraf perkembangan yg lebih rendah.
- Neorosa terjadi apabila ego tdk mampu mengatasi/melawan Id atau lingkungan.
- Kebutuhan fisiologis : mrpkn kebuthan yg plg dsr n mendesak ex makan,minum jika blm terpuaskan, Maka tdk akan naik ke kebutuhan berikutnya.
- Kebutuhan rasa aman:bth ketentraman,kepastian,keteraturan dr lingkungan.ex:agama,gaji tetap , asuransi
- 3.Kebthan cinta & rasa memiliki:Mengadakan hubungan yg efektif & ikatan emosional dgn individu lain.kalau tdk merasa hampa
- 4. Kebutuhan harga diri:ad 2 yi: penghormatan atas diri sendiri(rasa percaya diri, kekuatan,kemandirian) & penghormatan dr orang lain(butuh penghargaan dr apa2 yg dilakukanya)
- 5.Aktualisasi diri:Menyempurnakan diri dgn mengoptimalkan potensi yg ada. mrupakan kebutuhan yg plg tinggi dan muncul apabila semua kebutuhan dibawahnya sdh terpuaskan dgn baaik.
- Memusatkan perhatian pd individu yg mengalami/ berfokus pd pengalaman sbg fenomena primer dlm mempelajadi manusia.
- Menekankan pd kualitaskualitas yg khas manusia seperti memilih, kreativitas, menilai & realisasi diri.
- Menyadarkan diri pd kebermaknaan dlm memilih masalah-masalah yg akan dipelajari & prosedur penilaian yg akan digunakan serta menghindari penekanan yg berlebihan pd objektivitas yg mengorbankan signifikansi.
- Memberikan perhatian penuh & meletakan nilai yg tinggi pd kemulian & martabat manusia serta memfokuskan pd perkembangan potensi inheren individu.
- Wawancara
- Sejarah hidup
- Sastra
- Produk-produk kreatif
- Spontanitas hidup
- Memusatkan minat pd permasalah an sekitar
- Memiliki kecenderungan thdp misti- sisme & spiritualitas
- Non konformitas (tdk membolehkan dikuasai oleh pendapat orang lain)
- Kreativitas dlm hidup
- William James (disebut sbg psikologi Amerika I) psikolog I yg mempelajari pengalaman spiritual sbg gejala religius. Dlm bukunya In The Variety of Religion menyatakan bhw pengalaman spiritual adalah akar dari semua agama dunia & mewakili suatu dorongan/ gerak hati yg sehat alami. Ia menganali empat karakteristik umum dari pengalaman kebatinan.
- Freudian & pengikutnya à bagaimanapun tdk luput dari pengalaman spiritual sbgmana khayalan yg sama halnya dg status seperti dlm kandungan. Behavioris awal dg pergeseran fokus psikologi dari kesadaran ke prilaku, mengesampingan studi yg ilmiah dari pengalaman ini.
- Abraham Maslow, tokoh utama yg mendirikan ψ Humanistik, dipandang sbg orang yg memulai ψ Transpersonal sbg bidang kajian. Ia memberi julukan “ Fourth Force Psychology” dlm hubungannya dg 3 mazhab ψ ( Behaviorisme, Psikoanalisa & Humanistik). Ia menulis buku dg judul Religious Value and Peak Experience.
- Antony Sutich (ia adalah teman akrab dari Maslow) pendiri Journal of Transpersonal Psychology. Jurnal tsb menjadi media u/ para psikolog yg mempunyai minat yg sama dg Maslow
- Humanisasi ψ
- Spontanitas kendali internal
- Keunikan manusia
- Masalah-masalah eksistensial











